Hari ini tanggal 17 Agustus 2014
ada baiknya mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa dalam merebut
kemerdekaan Negara ini. Jauh sebelum Indonesia
merdeka rakyat di wilayah Nusantara ini telah
berjuang untuk kemerdekaan tanah airnya, meskipun waktu itu masih bersifat
kedaerahan tapi menandakan bahwa sifat patriot sudah ditunjukkan oleh segenap
rakyat bangsa Indonesia sejak dulu.
Memang perjuangan untuk mengusir penjajah pada waktu itu tidak dilakukan
secara serempak, karena tidak adanya persatuan dan kesatuan, baik antar daerah
maupun suku bangsa di tanah air. Selain
dari itu peralatan perang masih sangat sederhana dan hanya menggunakan perangkat
yang dibuat sendiri seperti bambu runcing, panah, golok, parang, tombak, keris
dan sebagainya. Tapi semua dilakukan
dengan penuh kesadaran tinggi demi tujuan untuk mempertahankan tanah air
sampai titik darah penghabisan, berjihad demi bangsa dan negara dengan slogan
merdeka atau mati. Patut dicontoh dan
ditauladani oleh generasi muda sekarang yang akan melanjutkan suksesi
kepemimpinan bangsa ini, meskipun sudah berbeda jaman dan situasi serta kondisi
dengan era perang kemerdekaan dulu tapi rakyat Indonesia yang sudah mengecap
kemerdekaan sekarang ini bisa berjuang dan mengisinya dengan segala hal kreatifitas dan prestasi
untuk kebanggaan negeri tercinta ini.
Hampir di setiap daerah di
wilayah tanah air terdapat pejuang yang memerangi penjajah dengan segala daya
upaya dan pengorbanan yang luar biasa, baik itu harta benda, tenaga, bahkan
nyawa sekalipun mereka korbankan. Maka
atas segala perjuangan dan pengorbanannya banyak tokoh-tohoh yang telah gugur
semasa perang melawan penjajah mendapat julukan Pahlawan. Ini menandakan bahwa Negara kita sangat menghargai
kepada para pejuang bangsanya yang diabadikan dengan penobatan dan penghargaan
sebagai pahlawan nasional. Seperti Teuke
Umar dari Aceh, Si Singamangaraja XII dari Sumatera Utara, Tuanku Imam Bonjol
dari Sumatera Barat, Mohammad Toha dari Jawa Barat, Pangeran Diponegoro dari
Yogyakarta, Bung Tomo dari Jawa Timur, Sultan Hasanudin dari Sulawesi Selatan,
Sam Ratulangi dari Sulawesi Utara, Pattimura dari Maluku dan banyak lagi yang
lainnya.
Dengan peringatan dan perayaan
hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia setidaknya akan menggugah dan
membangkitkan kembali semangat kebangsaan untuk terus berjuang meskipun tidak
ada lagi perang secara pisik, melainkan dengan menciptakan hal-hal yang
sifatnya inovatif untuk mengharumkan nama bangsa kita ini. Memang banyak hal yang sudah dilakukan oleh
generasi penerus bangsa ini meskipun belum seperti yang diharapkan. Merdeka berarti harus membangun, terus
menciptakan perdamaian abadi, memajukan rakyat dalam segala aspek kehidupan
supaya kemakmuran dan kesejahteraan tercapai.
Itu semua yang diharapkan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia, tidak
terkecuali masyarakat yang masih terbelakang, miskin, kurang pendidikan, semua
sama memiliki hak dan kewajiban sebagai rakyat Indonesia.
Kita juga berharap supaya
pemerintahan bangsa Indonesia bisa mencegah dan memberantas hal-hal yang
sifatnya mencederai atau mengkhianati semangat juang proklamasi seperti
korupsi, manipulasi, kolusi, yang merugikan Negara dan rakyat Indonesia, karena
semua itu merupakan parasit dan hanyalah penghambat pembangunan yang
menggerogoti kekayaan Negara. Penutup,
mari kita berbuat sesuatu untuk bangsa ini, apapun segala aktivitas yang bisa
dilakukan asal mempunyai nilai positif dan manfaat untuk bangsa meskipun dengan
potensi minimal. Merdeka, Dirgahayu Republik
Indonesia, Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 69. Wassalam.

